Jumat, 03 Mei 2019

Bekerja di Perusahaan Kecil

Sebulan sudah aku bekerja di Perusahaan baru tempat baru.

Perusahaan yang mungkin asetnya hanya sebesar unit kecil di Bank Mandiri (tempatku sebelumnya)
Yaaa bayangin aja, unit terakhir di Bank Mandiri tempat aku ditempatkan itu portofolionya 200Milyar lebih, labanya lebih dari 1 Milyar dalam 6bulan...
Sedangkan Perusahaanku sekarang hanya memiliki portofolio 39Milyar hehehe

 Tapi tantangannya????????
kalian tau rasanya biasa nyetir mobil matic tiba-tiba nyetir mobil manual??
yah gitu lah kira-kira, disini semua serba manual...yeah LITERALLY MANUAL!!!

Anak-anak operasional bahkan harus pulang jam00.30 pagi untuk nutup pembukuan,
Analisaku juga manual dalam kredit, jadi bener-bener harus auditable dan data-able
penggalian data dan crosscek benar-benar menjadi media utama keputusan pembiayaan

Banyak ilmu baru yang bikin aku merasa "heloooo kemana aja guwehhhhh" hehe

Aku merasa bener-bener belajar dari nol (no body)....
apalagi bisnis syariah belum pernah jadi backgroundku

Gaji gimana???
gak usah ditanyain lahhh...pasti beda.
tapi value dari nilai gaji itu sendiri membuatnya menjadi cukup untuk kehidupan kami
selain pastinya Bank Mandiri kasih aku banyak benefit untuk pesangon resignku yang jumlahnya lumayan besar

Disini aku pegang team bisnis, Tuhan mungkin tau kalau aku butuh banyak ilmu dan wawasan...
maka ditempatkanlah aku disini... terjun langsung mengenal dan memahami usaha dari pengajuan kredit di level small medium enterprise...hal yang belum pernah aku pelajari sebelumnya

Jelas wawasan mereka lebih luas dalam hal tertentu dibanding aku, karena pada level sekarang, dipastikan mereka berada pada titik kesuksesan dengan asset puluhan milyar, walau beberapa berdarah-darah berjuang terlilit hutang

Pada level kehidupan dimanapun manusia punya perjuangannya masing-masing
walau mereka yang tampak punya rumah dengan halaman luas yang cukup untuk jajaran mobil mewah, padahal dibelakangan bingung gimana caranya bayar utang...

setidaknya itulah nilai hidup yang aku tangkap...diluar ilmu duniawi yang berwujud material dari sisi mereka

Perjuanganku???
entahlah apa perjuanganku sekarang,
dulu aku berjuang agar bisa melawan demotivasi saat lelah rasanya bertumpuk karena tidak kunjung bisa pindah ke solo (saat masih di Surabaya)

Mungkin ini saatnya berbagi, berbagi energy positif, berbagi kebahagiaan, berbagi rejeki
berproses menjadi lebih baik, bertumbuh menjadi manusia yang lebih bervalue

Semoga aku lebih berguna bagi oranglain, aamiin







Senin, 01 April 2019

Teman dan perpisahan

Akhirnya hari perpisahan itu datang juga....

Dalam seminggu terakhir sebelum 1 April 2019 (TMT resignku), jadwalku penuh janjian dinner dan ketemuan sama beberapa circle pertemanan...

Selalu ku ingat kata kepala cabangku, bahwa disekitarku itu ya keluargaku...
Terbukti sekali dan sangat terasa bahwa ternyata mereka sayang aku,
Mereka menyempatkan waktu, pay their own bill, tapi kasih aku kado....

Memberikan kata perpisahan dengan cara mereka masing-masing

Sampai banyak yang iri dengan rejeki pertemanan yang ku miliki...

Aku special? Tidak sama sekali
Dulu waktu aku sekolah, aku disebelin kakak kelas sampai teman sepermainanku aja takut satu grup pramuka sama aku hahahaha, karena takut ikut jadi incaran kakak kelas

Dulu waktu aku sekolah, circle pertemananku pun pernah jadi backstaber tentang aku

Mereka yang salah? Ya tentu tidakkkk
Aku yang mungkin kurang beradaptasi sehingga tidak bisa diterima sikapku, tidak akan ada pembenaran dari sisiku

Tuhan menuntunku, memberikan teguran-teguran itu.... sehingga dengan berjalannya proses aku bertumbuh menjadi seakan-akan sangat baik dimata orang, padahal sesungguhnya semua hanya karena Tuhan Yang Maha Baik

Tidak ada yang mau berteman denganku
Banyak orang menganggap aku tidak penting
Aku ditolak di circle pertemanan tertentu
Semua itu mengajarkanku menghargai orang, melihat hal paling positif dari pemikiran orang....

Lebih banyak mendengar, lebih banyak empati...semua karena didikan Tuhan

Kepada bita, akan aku ajarkan dia untuk biasa berpendapat, tapi dengan empati, supaya menjadi lebih baik dari aku yang dulu

Kalau ada diantara kalian selalu gagal dalam pertemanan, dalam lingkungan sosial...yuk kita koreksi diri kita dulu..karena dunia tidak berputar mengelilingi kita

Tidak akan secepat itu Tuhan memberikan hadiahnya...semua berproses, seiring pertumbuhan kita, tapi yakin Tuhan Maha Melihat dan Maha Adil

Tetap berteman dengan banyak circle, supaya tidak merasa super power di circle tertentu karena itu bahaya...orang yang merasa circlenya super power akan mudah meremehkan oranglain dan itu gak akan bawa kita kemana-mana
Diri kita tidak berkembang, justru hanyut dalam lubang keangkuhan

Buka pertemanan seluas-luasnya, jadi diri sendiri tapi adaptasi....

Karena banyak doa baik terucap dari teman dan bisa saja satu dari sekian banyak doa, ada yang diamini malaikat, hanya kita tidak tau doa siapa yang diamini

Sabtu, 16 Maret 2019

Akhirnya waktunya datang juga

Akhirnya saat ini datang juga...
Saat dimana surat resign aku ajukan di perusahaan yang tadinya ku pikir akan menjadi tempat bernaungku sampai usia pensiun (usia pensiunku 46tahun secara SK)

sejak tahun 2015 aku mengajukan mutasi atas permintaan sendiri ke solo, tapi hingga 2018 permohonanku ini belum bisa terfasilitasi.

Aku merasakan semua pimpinanku sudah turun tangan untuk membantu, tapi sepertinya Tuhan belum mengijinkan

Tahun 2019 bita mau masuk TK, bita semakin besar, semakin banyak aktivitaa dan semakin butuh “ruang pribadi”, dan itu tidak bisa aku berikan di kontrakanku yang merupakan lantai 2 rumah tanteku.
Jelas itu menganggu keluarga dilantai bawah...bita yang suka ngomong kenceng-kenceng, bita yang lari kesana kesini atau suara kerasku ketika memarahi bita saat bita sedang tidak mendengarkan aku

Oke...mungkin memang sudah waktunya kami pindah kerumah kami sendiri, rumah yang sudah menjadi cicilan KPR dalam 2,5taun. Rumah kecil tapi akan menjadi ruang privasi kami

Aku dan denny sudah membuat rencana jika memang aku harus resign. Maklum, aku masih menjadi bagian dari sokongan finansial keluarga kecil kami

Sebelum aku resign, keuangan harus ditata terlebih dulu...terutama proteksi.

Setelah memperhitungkan finansial barulah mulai aku menata mental untuk keluar dari zona nyaman diinstansi yang memberiku gaji lebih dari 20x dalam setahun, fasilitas kesehatan, pensiun, jam pulang yang kebetulan bisa ku atur tidak terlalu banyak lembur, pimpinan yang terbuka dll

Sebulan menjelang aku menyerahkan surat ini ke pimpinanku...aku menangis sendirian dimobil, bertanya lagi didalam hati, apa aku siap melepaskan karierku ini. Zona nyamanku dimana aku bahkan tidak pernah berminat untuk promosi (keluar dari zona nyaman)

Aku telpon lagi 2 orang yang menjadi restuku sekarang yaitu suamiku dan mamaku...

Suamiku tetap yakin atas keputusan ini, sedangkan mamaku merestui apapun keputusan keluarga kecil kami

1 maret 2019 aku mengajukan surat kepada pimpinanku yang ku panggil mami reni...

Mami bilang, “nduk jangan sampe kamu keluar karena kamu sakit hati sama instansi ini, tapi kamu keluar memang karena kamu mencari keberkahan dari restu suamimu”

Aku langsung nangisss terharu hahaha

Sama sekali tidak ada rasa sakit hati itu, karena aku tau dan meyakini semua bapak ibu pimpinan sudah membantuku, hanya Tuhan yang mempunyai Kuasa.

Banyak yang menyayangkan keputusanku? Pasti.....
Aku pernah merasa ragu??
Yaa....

Harus beradaptasi dengan kota baru, lingkungan baru, dan mungkin gaya hidup baru....

Bismillah, semoga Tuhan memberikan hadiah terbaik buatku jika memang tidak mengabulkan keinginanku, semoga Tuhan menggantikan dengan yang cocok untukku...Allahuma Amin

Sabtu, 26 Januari 2019

Tentang prinsip hidup

Tentang prinsip hidup...

Beberapa hari yang lalu cleaning service yang bertugas dikantorku bilang “mbak indri ini orangnya pegang prinsip banget ya...saya salut sama mbak indri”

Komentar demikian muncul karena aku menceritakan bahwa rumah tinggal disurabaya adalah rumah tanteku dan aku membayar kontrakan supaya aku tetep punya bargaining power

Gak tau kenapa aku terharu karena pujiannya dateng dari orang yang pasti hidupnya lebih berat dari aku secara ekonomi

Lalu kemaren temenku sesama MKA juga mengulang pujian yang sama...persis pujian atas keputusanku ngontrak dirumah tanteku sendiri...yang sudah ku jalani sejak 2015

Aku kemudian mencoba mengenali diriku sendiri...apa memang aku punya prinsip sampe sekeras itu? Suatu hal yang menurutku logis saja dilakukan orang...

“Aku dan suamiku bekerja, keluarga om dan tanteku menawari tempat tingga yang kebetulan punya lante 2 kosong dengan 2kamar dan 1 kamar mandi dan aku mau tinggal tapi jika statusnya ngontrak dan punya token listrik sendiri supaya aku dan keluarga ini kedepannya menghindari konflik perasaan”

WAJAR BUKAN? APANYA YANG ISTIMEWA?

Ada lagi...

Waktu denny awal-awal sms-sms aku..
Aku bilang denny “kalo kamu gak ada niat macarin aku, silahkan pergi, jangan buang2 waktuku”

Buatku buang-buang waktu untuk pendekatan coba-coba itu gak penting, prinspiku ya kalo merasa cocok ya pacaran aja gak usah buang-buang waktu

Waktu memutuskan menikah dengan denny..dan harus berpisah jarak karena penempatan kerja...aku bermasalah? Tidak sama sekali...karena prinspiku adalah roda rumah tangga adalah tentang komunikasi, integritas dan finansial yang baik...tidak harus serumah. Karena aku wanita mandiri yang tidak bergantung pada suami untuk kegiatan harian...dan akupun bisa memastikan anakku tumbuh dikeluarga yang hangat walau berjauhan

Waktu orang-orang bilang kalau pernikahan jarak jauh dan punya suami seperti denny akan membuatku berada red area karena akan banyak godaan wanita disekelilingnya...dan aku tetap menjalankan prinsipku
Bahwa tidak perlu kita sebagai istri memperlakukan suami secara posesif karena seposesif apapun kita...pernikahan adalah tentang intergritas. Jika salah satu sudah tidak bisa memegangnya...maka Tuhan sendiri yang akan menunjukan tanpa kita perlu menyelidiki apapun

Waktu pada akhirnya aku diterima di sebuah perusahaan perbankan, aku bahkan semakin malas meneruskan kuliahku karena aku takut menghadapi kemungkinan promosi
Padahal prinsipku adalah sebagai wanita pekerja, bukan wanita karier.
Prinsipku...adalah, aku yang paling tau kemampuanku dimana, seperti apa...dan aku tau betul, aku lemah dalam managemen stress dan kepemimpinan hahaha
Aku tidak ingin mendzolimi oranglain atau keluarga kecilku jika situasi tak terkendali hadir pada saat karierpadku berjalan

Waktu aku memutuskan untuk belum berencana menambah anak sampe batas waktu yang belum ditentukan karena prinsip belum siap mental dan finansial...
Banyak dapet kritik? Tentu...tapi siapa yang paling tau kondisi rumah tangga kami? Ya kami sendiri

Dan yang terakhir....mengenai keputusan akan keluar dari perusahaan ini...kalau memang tidak ada jalan untuk mutasi ke solo...lagi-lagi prinsip untuk mencoba hidup sesuai dengan value yang kita pilih menjadi alasan kuatku untuk memutuskan

Is that normal?? Apa semua berlebihan?
Berpegang teguh pada prinsip...bukankah bagian dari cara kita menjalankan hidup?

Ada komen?


Sabtu, 05 Januari 2019

TSABI EDUGROUND (PLAYGROUND DI COLOMADU)


Tsabi Eduground adalah playground yang berbasis wahana permainan dan wahana belajar peran untuk anak masa kini yang aktif

Tsabi Eduground bertempat di PUJASERA TEPLOK (JL ADISUCIPTO NO 48 COLOMADU KARANGANYAR)



Saat orangtua sedang bercengkrama dengan komunitas ataupun dengan keluarga, anak-anak dapat bermain di Tsabi Eduground. Sehingga orangtua leluasa untuk bersosialiasi dengan kolega. dan anak juga senang dapat menikmati suasana yang sesuai dengan usia mereka.


dengan harga yang sangat ramah Rp 10000 ananda dapat bermain sepuasnya.

permainan yang dapat dinikmati adalah pernainan playground dan mandi bola, permainan peran seperti dokter, koki, kasir supermarket dan mekanik.

kami buka pukul 10.00-22.00 setiap hari.

Jangan lupa membawa kaos kaki untuk bermain di tsabi eduground.


Jumat, 07 Desember 2018

Your early bday greeting

This is for your early birthday greeting
After your early birthday gift...yess that onitsuka tiger haha.

Dear my husband?

Taun ini berat? OH BERAT SEKALI

buatku, buatmu, buat bita, buat kita

Roallercoaster is it.

Cobaan demi cobaan udah kayak tamu bulanan

Kalau mau mengulang lagi 2018 ini jawabanku “oh tidak terimakasih”

Rejeki memang sudah satu paket dengan cobaannya...
Rejeki yang sedemikian banyaknya Tuhan turunkan untuk kita tahun ini

Mungkin sambil menurunkan Tuhan berkata:

“Nih aku kasih rejeki berlebih, tapi harus sanggup ya ngadepin paketan bersamaannya yaitu cobaannya”

But two of us with bita...still stand here, we still grow apart. Dan Berjalan bersama sejauh ini.

Usiamu akan beranjak menjadi kepala 3, 30tahun...babak baru. Yang seharusnya menjadi lebih baik dalam hal apapun.

Hidup cuma sekali, ambil keputusan secara matang dan benar...agar tidak menyesal kemudian

Yuk nikmati hidup dengan menjalankan hal yang baik dimulai dari keluarga ini...menjadi lebih solid, menjadi lebih harmonis, menjadi lebih baik untuk kita sendiri dan untuk bita tentunya

Tahun 2019 kita akan memutuskan hal yang besar, yang bahkan menurut orang lain adalah keputusan yang sangat disayangkan

Tapi aku percaya sama kamu, kamu pasti bisa membawa kita ke tujuan utama kita sesuai dengan value hidup yang kita inginkan

Pegang kepercayaanku, untuk bangun keluarga ini menjadi kokoh dan bahagia

Bukan untuk siapa-siapa tapi untuk kita. Ber tiga. Aku kamu dan bita

Semoga Tuhan selalu melindungi kita

Selamat menuju 30 tahun sayang...
I love you, 






Selasa, 20 November 2018

Kamu kena middle income trap?

Middle income trap

Namanya juga trap berati jebakan...
Jebakan kelas menengah yang pengen punya life style kayak kelas atas.

Gitu bukan sih?haha

Intinya sejak ada IG ini kita jadi banyak tau sama gaya hidup orang, cukup dari feed IGnya aja. 

Gaya hidup lo ya, bukan kondisi finansial.
Pake bottega tapi finansial mampunya bata
Atau pake VNC tapi finansial ternyata mampu beli givenchy

Katanya sih...
Waktu kita gajinya UMR jajan tas belagio
Waktu udah naik diatas UMR jajan tas kate spade
Waktu udah diatas 10juta jajan tas gucci

Waktu kita gajinya UMR jajan baju di ITC
Waktu udah naik diatas UMR jajan baju di magnolia
Waktu udah diatas 10juta jajan baju di ZARA

Gimana fenomena kayak gitu?

Oke let me tell about sekelilingku aja, paling deket misalnya suamiku sendiri.

Kalo kata suamiku

“apa yang kita pake itu berbicara lebih dulu daripada body language kitanya sendiri, jadi penting kalo yang kita hadapi klien yang emang di circle pakai barang begitu”

Oke...alasan kerjaan. 

Kalo kayak aku misal, yang kerjanya di kantor doang...
gak perlu deal bisnis sana sini, 
gak perlu membranding diri sendiri karena gak nawarin produk perusahaan kekalangan tertentu untuk image perusahaan
gimana? 
Dalam pekerjaan gak kepake dong...

Jadi tujuannya buat nunjukin kelas sosial kita dilingkup pergaulan kita, nunjukin kelas sosial kita melalui feed IG kita. Gimana kalo gitu?

Sah-sah aja...SAH BANGET 
kalo kita beli barang itu dan kehidupan kita berjalan lancar seperti biasanya, 
kalo tabungan dan dana darurat kita aman.

Hak kita menghakimi orang dengan gaji under 10juta tapi jajan di starbuck seminggu 3x atau koleksi coach, torry burch, kate spade dll apa?
Kalo ternyata mereka emang bisa ngatur keuangan?

Hak kita menghakimi orang dengan gaji under 20juta tapi tiap season bisa beli tas gucci dan LV Atau beli koper rimowa apa?
Kalo ternyata investasi mereka udah mapan?

Yang gak sah, yaaa kalo udah pake gaya hidup highstreet sampe highend tapi ternyata merugikan diri sendiri dalam mengelola finansial atau sampe ngerepotin orang lain sampe ngutang-ngutang

Then kalo aku pribadi,
Punya barang highend?
Punya.
untuk yang harganya 2digit? 
WARISAN boook GAK BELI (lucky me kalo bagian ini)
untuk yang harganya masih 5juta kebawah? 
aku beli setaun sekali dari bonus tahunanku 

Bukan buat menunjukan kelas sosial di lingkungan pergaulan ataupun disosial media tapi buat reward diri sendiri
“ni lohh hasil kerja setaun ada kenang-kenangannya”

Jadi ya jatuhnya bukan koleksi sih tapi  “buat punya-punya aja” yang penting punya statement stuff buat dipake dimomen tertentu.

Sebagai pelajaran untuk anakku nanti, semua didapat dari kerja keras. Because you are not come from old money family hahaha

Gaya hidupku sama suamiku emang beda, ya karena tipe kerjaannyanjuga beda.

Dia banyak ketemu orang kelas atas, banyak entertain orang, harus banyak branding dirinya sendiri,
jadi sifatnya needs 

Kalo aku? Kerja cuma jadi staff biasa,duduk dibalik meja jadi sifatnya ya wants, tinggal mampu apa gak...

Tapi kalo secara personal dan pasangan ya aku sama dia masih manusia yang sama dengan bertahun-tahun lalu waktu kita kencan pake mobil jadul yang dia bawa waktu kuliah

Soal bita?
Baju H&M iya, kalo ZARA belum lah...tapi itupun hanya untuk baju pergi
Baju rumah? produk TOSERBA cukup :)

Jadi kembali lagi semua harus liat kondisi masing-masing perkara butuh apa gak, mampu apa gak....

Be wise with your money ;)