Sabtu, 05 Januari 2019

TSABI EDUGROUND (PLAYGROUND DI COLOMADU)


Tsabi Eduground adalah playground yang berbasis wahana permainan dan wahana belajar peran untuk anak masa kini yang aktif

Tsabi Eduground bertempat di PUJASERA TEPLOK (JL ADISUCIPTO NO 48 COLOMADU KARANGANYAR)



Saat orangtua sedang bercengkrama dengan komunitas ataupun dengan keluarga, anak-anak dapat bermain di Tsabi Eduground. Sehingga orangtua leluasa untuk bersosialiasi dengan kolega. dan anak juga senang dapat menikmati suasana yang sesuai dengan usia mereka.


dengan harga yang sangat ramah Rp 10000 ananda dapat bermain sepuasnya.

permainan yang dapat dinikmati adalah pernainan playground dan mandi bola, permainan peran seperti dokter, koki, kasir supermarket dan mekanik.

kami buka pukul 10.00-22.00 setiap hari.

Jangan lupa membawa kaos kaki untuk bermain di tsabi eduground.


Jumat, 07 Desember 2018

Your early bday greeting

This is for your early birthday greeting
After your early birthday gift...yess that onitsuka tiger haha.

Dear my husband?

Taun ini berat? OH BERAT SEKALI

buatku, buatmu, buat bita, buat kita

Roallercoaster is it.

Cobaan demi cobaan udah kayak tamu bulanan

Kalau mau mengulang lagi 2018 ini jawabanku “oh tidak terimakasih”

Rejeki memang sudah satu paket dengan cobaannya...
Rejeki yang sedemikian banyaknya Tuhan turunkan untuk kita tahun ini

Mungkin sambil menurunkan Tuhan berkata:

“Nih aku kasih rejeki berlebih, tapi harus sanggup ya ngadepin paketan bersamaannya yaitu cobaannya”

But two of us with bita...still stand here, we still grow apart. Dan Berjalan bersama sejauh ini.

Usiamu akan beranjak menjadi kepala 3, 30tahun...babak baru. Yang seharusnya menjadi lebih baik dalam hal apapun.

Hidup cuma sekali, ambil keputusan secara matang dan benar...agar tidak menyesal kemudian

Yuk nikmati hidup dengan menjalankan hal yang baik dimulai dari keluarga ini...menjadi lebih solid, menjadi lebih harmonis, menjadi lebih baik untuk kita sendiri dan untuk bita tentunya

Tahun 2019 kita akan memutuskan hal yang besar, yang bahkan menurut orang lain adalah keputusan yang sangat disayangkan

Tapi aku percaya sama kamu, kamu pasti bisa membawa kita ke tujuan utama kita sesuai dengan value hidup yang kita inginkan

Pegang kepercayaanku, untuk bangun keluarga ini menjadi kokoh dan bahagia

Bukan untuk siapa-siapa tapi untuk kita. Ber tiga. Aku kamu dan bita

Semoga Tuhan selalu melindungi kita

Selamat menuju 30 tahun sayang...
I love you, 






Selasa, 20 November 2018

Kamu kena middle income trap?

Middle income trap

Namanya juga trap berati jebakan...
Jebakan kelas menengah yang pengen punya life style kayak kelas atas.

Gitu bukan sih?haha

Intinya sejak ada IG ini kita jadi banyak tau sama gaya hidup orang, cukup dari feed IGnya aja. 

Gaya hidup lo ya, bukan kondisi finansial.
Pake bottega tapi finansial mampunya bata
Atau pake VNC tapi finansial ternyata mampu beli givenchy

Katanya sih...
Waktu kita gajinya UMR jajan tas belagio
Waktu udah naik diatas UMR jajan tas kate spade
Waktu udah diatas 10juta jajan tas gucci

Waktu kita gajinya UMR jajan baju di ITC
Waktu udah naik diatas UMR jajan baju di magnolia
Waktu udah diatas 10juta jajan baju di ZARA

Gimana fenomena kayak gitu?

Oke let me tell about sekelilingku aja, paling deket misalnya suamiku sendiri.

Kalo kata suamiku

“apa yang kita pake itu berbicara lebih dulu daripada body language kitanya sendiri, jadi penting kalo yang kita hadapi klien yang emang di circle pakai barang begitu”

Oke...alasan kerjaan. 

Kalo kayak aku misal, yang kerjanya di kantor doang...
gak perlu deal bisnis sana sini, 
gak perlu membranding diri sendiri karena gak nawarin produk perusahaan kekalangan tertentu untuk image perusahaan
gimana? 
Dalam pekerjaan gak kepake dong...

Jadi tujuannya buat nunjukin kelas sosial kita dilingkup pergaulan kita, nunjukin kelas sosial kita melalui feed IG kita. Gimana kalo gitu?

Sah-sah aja...SAH BANGET 
kalo kita beli barang itu dan kehidupan kita berjalan lancar seperti biasanya, 
kalo tabungan dan dana darurat kita aman.

Hak kita menghakimi orang dengan gaji under 10juta tapi jajan di starbuck seminggu 3x atau koleksi coach, torry burch, kate spade dll apa?
Kalo ternyata mereka emang bisa ngatur keuangan?

Hak kita menghakimi orang dengan gaji under 20juta tapi tiap season bisa beli tas gucci dan LV Atau beli koper rimowa apa?
Kalo ternyata investasi mereka udah mapan?

Yang gak sah, yaaa kalo udah pake gaya hidup highstreet sampe highend tapi ternyata merugikan diri sendiri dalam mengelola finansial atau sampe ngerepotin orang lain sampe ngutang-ngutang

Then kalo aku pribadi,
Punya barang highend?
Punya.
untuk yang harganya 2digit? 
WARISAN boook GAK BELI (lucky me kalo bagian ini)
untuk yang harganya masih 5juta kebawah? 
aku beli setaun sekali dari bonus tahunanku 

Bukan buat menunjukan kelas sosial di lingkungan pergaulan ataupun disosial media tapi buat reward diri sendiri
“ni lohh hasil kerja setaun ada kenang-kenangannya”

Jadi ya jatuhnya bukan koleksi sih tapi  “buat punya-punya aja” yang penting punya statement stuff buat dipake dimomen tertentu.

Sebagai pelajaran untuk anakku nanti, semua didapat dari kerja keras. Because you are not come from old money family hahaha

Gaya hidupku sama suamiku emang beda, ya karena tipe kerjaannyanjuga beda.

Dia banyak ketemu orang kelas atas, banyak entertain orang, harus banyak branding dirinya sendiri,
jadi sifatnya needs 

Kalo aku? Kerja cuma jadi staff biasa,duduk dibalik meja jadi sifatnya ya wants, tinggal mampu apa gak...

Tapi kalo secara personal dan pasangan ya aku sama dia masih manusia yang sama dengan bertahun-tahun lalu waktu kita kencan pake mobil jadul yang dia bawa waktu kuliah

Soal bita?
Baju H&M iya, kalo ZARA belum lah...tapi itupun hanya untuk baju pergi
Baju rumah? produk TOSERBA cukup :)

Jadi kembali lagi semua harus liat kondisi masing-masing perkara butuh apa gak, mampu apa gak....

Be wise with your money ;)



Kamis, 15 November 2018

wanita dan batas toleransinya

Wanita dan batas toleransinya

Wanita jaman sekarang harusnya udah gak terkotak-kotak antara yang merasa benar bahwa yang paling mulia itu ibu rumahtangga, atau yang paling mulia itu ibu pekerja yang ikut menopang finansial keluarga

Wanita jaman sekarang harus berfikir lebih objektif, bahwa setiap individu punya batas toleransinya masing-masing dengan alasan yang melatarbelakangi keputusan itu sendiri

Aku, kebetulan aku punya batas toleransi bahwa “jauh dari suami untuk mengais rejeki itu bukan problem” tapi berbeda dengan orang lain...mungkin bagi oranglain “lebih baik menjadi ibu rumahtangga daripada harus berjauhan dengan suami”

Oranglain, mungkin punya batas toleransi bahwa “jauh dari suami dan anak demi menjaga finansial keluarga bisa dijadikan pilihan” tapi berbeda dengan aku yang bagaimanapun “selalu memilih dekat dengan anak,disamping tetap bisa ikut menopang finansial” dengan mungkin tidak memilih berkarier.

Semua punya alasannya sendiri, kita tidak berhak menghakimi.

Ada yang berkarier menuju puncak, ada yang memilih bekerja biasa saja karena merasa tidak akan mampu membagi waktu, tenaga dan pikiran antara karier dan keluarga

Ada yang memilih menjadi ibu rumahtangga demi menjadi madrasah pertama bagi anaknya karena merasa bahwa pertumbuhan si anak tidak akan terjadi 2x

Dimanapun batas toleransinya adalah pilihan masing-masing individu...tapi yang pasti lakukan yang terbaik sesuai pilihanmu 

Jangan sampai menjadikan subjek lain menjadi korban inkonsistensi kita

Integritas sebagai wanita karier, integritas sebagai ibu/istri

Jangan sampai sudah memilih untuk berkarier tapi dikantorpun kita unprofesional,atau sudah memilih full time mommy tapi dirumahpun kita failed

Tugas kita adalah menjadi yang terbaik sesuai versi kita yang harus bermanfaat bagi oranglain/keluarga kita. 

Tidak perlu harus menjadi yang terbaik dimata sosial. cukup melakukan hal yang seharusnya dilakukan sesuai porsi masing-masing pilihan

Itu menurutku sih....
Belum tentu menurut oranglain 
Hanya pendapat pribadi


Jumat, 02 November 2018

Dear my amazing team

Well akhirnya baru sempet nulis tentang team indragiri...team yang sangat-sangat aku cintai dan banggakan


Bulan agustus 2018 aku terima SK mutasi ke cabang lain yang sudah ku prediksikan sebelumnya. Rasanya campur aduk, berat banget mau ninggal indragiri.

Siapapun yang duduk di indragiri sebagai pengantiku gak akan berpengaruh apa-apa sama unit ini. Karena culture mereka yang udah bagus. Sampe aku bilang, mau patung mc d yang disitu ya gak akan goyang.

Kenapa indragiri bisa se-istimewa itu?

Indragiri adalah sekumpulan orang malas yang pengen kerjaannya segera selesai supaya setelah selesai kita bisa leha-leha, pulang cepet dan hari jumat gak kerja alias nonton bioskop kek, shoping kek, ke salon kek. 

Kita semua dateng selalu sepagi mungkin sebisa yang kita mampu. Cek-cek kerjaan, dan semua tau tanggungjawab masing-masing. 

Definisi kerja cepat? Ya indragiri
Definisi kerja cerdas? Ya indragiri
Definisi kerja sehat? Ya indragiri
Definisi kerja iklas? Ya indragiri

Yaaa..team ini sesempurna itu.
Setiap ada yang ulangtaun kita bikin grup sendiri tanpa yang ultah, nyiapin surprise...

Setiap ada yang salah karena gak menjalankan prinsip kerja cerdas dibully habis-habisan

Saling pamer barang apa yang bisa kita beli, tanpa takut di bilang sombong

Empati disaat yang tepat dan apatis disaat yang tepat

Apatis untuk mendidik supaya tau tanggungjawab masing-masing..bahwa gak semua hal bisa dibantuin

Empati untuk menunjukan bahwa kita ini team, ya saling bantu untuk tujuan kita bersama

Gak akan ada habisnya kalo bahas indragiri 

Dan bukan semua berjalan tanpa konflik, konflik pasti ada...but love always win

Hari-hari terakhir aku mau pindah, aku dibully setiap hari bahkan sampe nangis.

Tapi ternyata dihari terakhirku disana, aku dapet kejutan hadiah yang bahkan gak kepikir sama aku

Dear team indragiri, kalian adalah rejeki terbaik selama aku bekerja di mandiri.

Banyak hal aku belajar disana
Semoga kedepan semua team punya masa depan yang cerah....sukses dunia akhirat. Kalian orang-orang hebat.
Bukan kalian yang beruntung kerja dimandiri, tapi mandiri yang beruntung punya orang-orang seperti kalian :)))




Senin, 13 Agustus 2018

Perkara Baper

Perkara baper...

Aku menilai diriku sendiri adalah orang yang jarang ngeluh, jarang patah semangat, jarang nurutin pikiran negatif tapi emosional..

Eh gak taunya sekarang dong...aku ini super baper dan galau sampe nangis.
Padahal kehidupan sedang normal-normal saja.

Selidik punya selidik ternyata karena aku yang sangat prefentiv ini kayaknya lagi baper karena tau akan kehilangan sesuatu yang besar dan sangat berarti dalam hidupku

Yaaa...rencanaku resign taun depan yang sebenarnya sudah tampak sangat ku persiapkan secara material, nyatanya lupa ku persiapkan secara hati.

Tiba-tiba hati rasanya kusut membayangkan perubahan yang akan terjadi kedepan

Bekerja di instansi ini selama 7tahun lebih membuatku merasa sudah mendarah daging, apalagi kondisiku yang jauh dari suami membuatku menjadikan kantor sebagai warna lain supaya duniaku gak hanya tentang denny dan bita saja

Disini aku punya teman, punya keluarga, yang bisa mendeliver ke-gilaan-ku sebagai tipe orang gak tau malu

Disini aku punya jobdesk dan kerjaan non jobdesk yang bikin aku merasa berguna jadi manusia karena ada fungsinya

Disini aku punya banyak pimpinan pinter yang banyakkk kasih wawasan dalam kehidupan maupun dalam pekerjaan

Disini aku bisa jadi diri sendiri yang sama sekali gak perlu jaim dan basa basi berlebihan

Dan semua rasanya menjadi hal yang sangat berat untuk ditinggalkan.

Aku adalah orang yang cukup tau mauku apa...tapi keputusan besar ini tingkat ke-baper-annya bahkan melebihi rasanya membuat keputusan untuk menjalani pernikahan jarak jauh saat akan menikah

Semoga secepatnya aku bisa menata hati kembali ke jalurnya...mencoba perubahan kedepan. Seharusnya aku sudah layak se tegar itu bukan?












Minggu, 24 Juni 2018

CATATAN PERNIKAHAN TAHUN KE-4

Here we go... akhirnya ada waktu dan mood untuk nulis.

Tentang ulangtaun pernikahan ke-4.

Ulangtaun pernikahan ke-4 ini yah seperti biasanya aja, dinner fancy di resto fine dining. Yah rutinitas biasa kayak setiap merayakan “hari besar” kita.

Yang berbeda adalah banyaknya case pembelajaran dipernikahan ke-4 ini yang lumayan bikin syok.

Pacaran selama 5tahun emang sama sekali gak menjamin kita bener-bener saling tau maunya masing-masing apa, atau beberapa preferensi hidup masing-masing apa. Sekali lagi TIDAK MENJAMIN.

karena manusia terus bertumbuh, manusia berubah seiring dengan kondisi, situasi, baik secara lingkungan maupun secara pribadi.

Kadang pasangan tidak serta merta langsung mengikuti pertumbuhan/perubahan pesat yang terjadi, kadang diperlukan yang namanya adaptasi ulang.
Mungkin seperti itu gambaran 4tahun pernikahan ini or almost 9+years together.

Tapi mungkin pada akhirnya semua kembali pada komitmen awal pernikahan. Bertanya kembali kenapa saling setuju untuk menikah, bertanya kembali tujuan utama dari pernikahan ini...terlebih lagi tujuan dari perjalanan hidup ini.

Visi dan misi disejajarkan kembali, saling mengkritisi demi kebaikan bersama. 

Mungkin cobaan pernikahan setiap orang itu berbeda-beda. Bukan hanya dari jenis cobaannya, tapi juga dari SUDUT PANDANG cobaan untuk setiap pasangan.

Ada pasangan yang menganggap suaminya sekedar makan siang dengan lawan jenis adalah suatu hal yang membakar api cemburu, tapi pasangan lain menganggap itu hal biasa. 

Ada yang menganggap LDR adalah cobaan besar bagaikan laut yang membelah pulau, tapi ada juga yang menganggap itu hal yang bisa mudah diatasi.

Semua terletak pada preferensi masing-masing, demikian kenapa Tuhan menjodohkan masing-masing sesuai dengan kebutuhan karakter masing-masing hambanya.

Tahun ke-4 ini putri kami bita berusia 3tahun. Usia 3tahun membuatnya “lebih banyak tau dan merasakan”, sudah seharusnya kami lebih menjaga keharmonisan keluarga dengan saling menurunkan ego, menjalani kehidupan seks yang menyenangkan, saling menunjukan sayang satu sama lain, memotivasi diri untuk saling lebih mau mendengar apa mau masing-masing, dan tentunya saling merayu.
agar keluarga ini menjadi keluarga yang memiliki harmonisasi, sehingga pertumbuhan bita menjadi pertumbuhan yang baik secara psikis.

Menjadi orangtua itu belajar terus menerus, begitupun menjadi pasangan suami istri adalah media belajar terus menerus. Karena bumi tidak berputar mengelilingi kita, melainkan kita berputar bersama bumi. Sehingga kita yang harus beradaptasi dengan perubahan.

Lingkungan, situasi, kondisi dan PIKIRAN manusia adalah hal yang akan selalu berubah seperti posisi bumi yang terus berubah karena berputar mengelilingi matahari.