Senin, 23 April 2018

Suatu waktu

Ada suatu waktu...
Dalam wa chat/grup, grup a ramai-ramai memberi selamat atas pernikahan anggotanya, tapi digrup b ramai-ramai memberi ucapan belasungkawa dan berdoa atas kepergian salah satu anggotanya

Hidup adalah perputaran waktu. 
Sesaat diatas, beberapa detik kemudian dibawah....
Disambut riuhnya tepuk tangan kebanggaan,
Dan tiba-tiba jatuh dari panggung menjadi seseorang yang tadinya dibanggakan menjadi harus dikasihani

Apa yang manusia harus siapkan?
Mental?hati?

Hati dulu atau mental dulu?

Hati yang remuk redam, bagaimana cara menyatukannya kembali?

Bagaimana membuat hati yang remuk menjadi hati yang percaya lagi tentang positivnya hidup

Tujuan hidup tiba-tiba lenyap ditelan bumi

Karena dari dulu yang dimiliki hanya harapan, tapi ternyata harapan itu tidak ada. Lalu bagaimana hidup akan dilanjutkan?



Jumat, 09 Maret 2018

Logika tabu seorang istri dan seorang ibu

Bingung mau share darimana, tentang beberapa pikiran ajaibku (disebut ajaib karena dilingkungan societyku masih hal yang tabu untuk dibahas).

Yang jelas aku bener-bener besyukur aku dipertemukan dengan suamiku denny.
Suamiku yang hampir selalu bisa menerima dan mengakomodir pikiran-pikiran logisku yang buat orang lain masih tabu dan tricky.

Denny selalu bisa menerima pikiran itu sebagai hal yang bermaksud baik. Mungkin buat oranglain, pikiranku itu adalah pikiran yang “negative thingking terhadap takdir”

Tahun 2014 menjelang pernikahan, denny masih ditempatkan dikalimantan. Denny bekerja di perusahaan konstruksi yang penempatannya seluruh indonesia tergantung dimana proyeknya. Praktis aku dan denny akan hampir selamanya menjalani hubungan jarak jauh.

Banyak sekali orang yang menyampaikan kepadaku untuk berhati-hati. “Ati2 suaminya aneh-aneh jauhan apalagi dikalimantan” dan lain sebagainya

Secara perasaan sebenernya aku gak terusik sama sekali. Karena dari awal memang kami sudah komit untuk bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang berjauhan. Kebetulan aku dan denny juga bukan tipe pasangan yang menaruh curiga satu sama lain.

Tapi berbeda SECARA LOGIKA.
Secara logika, akan ada anak diantara kami. Dan jika hal buruk yang dibicarakan orang itu terjadi...bagaimana nasib anakku???

Akhirnya aku memutuskan untuk mengajak denny membuat perjanian pranikah. 
Bukan untuk pemisahan harta, karena kami tidak punya harta bawaan.
Melainkan perjanjian yang menyebutkan, jika salah satu dari kami selingkuh, maka anak, harta, penghasilan dll menjadi hak bagi mereka yang diselingkuhi. Supaya kelangsungan hidup anak kami terjamin.

Denny pun setuju. Tapi tidak dengan keluarga kami, yang menganggap perjanjian pranikah itu tabu. Yang aku dibilang berpikiran jelek terhadap denny lah dan lain sebagianya.

Akhirnya dengan bijak denny memberikan solusi, “udah, gak usah pake perjanjian pranikah, tapi semua aset kita nanti, atas namamu aja. Jadi kalo aku macem-macem, aku gak bisa jual juga...toh gajiku juga kamu yang pegang”

Kemudian aku menyetujuinya. 

Belakangan waktu hotman paris lagi hits, sering kasih advice soal legal minds, dia pun menyarankan kepada wanita-wanita agar aset bersama diatasnamakan istri, atau minimal atas nama berdua. Karena posisi hukum wanita sangat lemah jika terjadi perceraian, apalagi kalo ada WIL.

Waktupun berlalu hingga denny memenuhi semua komitmennya 1 per 1

Kredit KPR dan kredit konsumtif pembelian mobil kami semua atas nama denny. Selain karena denny yang memiliki penghasilan lebih banyak daripada aku, sehingga lebih mudah mengajukan kredit besar, juga karena kalo denny gak ada lebih dulu, kredit itu tidak jadi bebanku. 

Dilain pihak, aku sengaja mengikuti asuransi yang berjargon asuransi pendidikan. Dalam komponen asuransi itu. Ada premi dan ada kombinasi investasi berbasis unitlink.
Kalau aku meninggal duluan, uang pertanggungan asuransiku cair, sehingga bisa membantu denny menyekolahkan bita walau kecil nilainya. Tapi setidaknya membantu.
Tapi jika allhamdulillah kamu berdua diberi kesehatan dan umur panjang, maka kami bisa menikmati nilai investasinya untuk sekolah bita.

Temenku willys, yang paham betul tentang asuransi memberiku gambaran,

“Kalau ATM hidupmu tiba-tiba shutdown, siapa yang mau mengcover hidupmu sama bita?”

“Kalopun kalian berdua rajin nabung, kira-kira tabungan kalian sebanyak-banyaknya itu bisa gak buat biaya hidup sampek bita besar?”

“Satu-satunya jalan...ya yang berperan sebagai ATM HIDUP ini harus punya asuransi jiwa. Premi pertaunnya emang keliatan besar, tapi coba dibreakdwon bulanan. Paling cuma sebesar uang nonton+jajan kalian”


“Se begok-begoknya kamu gak bisa ngelola uang, gak bisa muter usaha. Uang  Pertanggungan sebesar sekian M bisa kamu depositoin. Bunganya, masih bisa buat kamu lanjutin hidup”

“Kalo kamu mau cari investasi, ya main aja saham atau reksadana...jangan ngarep dari asuransi. Asuransi itu payung”

Aku mengangguk terus menerus mendengarkan penjelasan sahabatku ini.
Dan semua aku sampaikan kepada denny.

Sambil berpikir, ya iya masa aku aja rela ngeluarin uang buat premi asuransi mobil. Masa buat anakku gak.

Denny pun setuju menggeser sebagian investasinya di saham untuk membayar premi asuransi yang lumayan besar bagi kami.

Dalam hatiku merasa bersyukur punya suami yang ngerti maksudku apa, untuk apa, tanpa sekalipun punya pikiran picik bahwa aku bermaksud tidak baik.

Karena mungkin kami punya tujuan yang sama. Memberikan anak kami yang terbaik yang kami punya. Dan semampu kami yang kami bisa.

Lalu, tujuanku nulis ini apa???
  1. Jelas untuk bekal bita nanti dimasa depan, agar bita membuka mata dan pikirannya tidak tabu dalam hal seperti ini
  2. Supaya teman-teman yang membaca punya gambaran baru tentang kehidupan pernikahan. Bahwa pernikahan tidak hanya tentang tugas suami cari uang, tugas istri mengurus anak. Melainkan juga tentang memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dampaknya adalah tentang kelangsungan hidup anak kita.





Attachment.png

Kamis, 08 Maret 2018

Bagaimana membentuk portofolio finansial??

Uang kita kemana? Mau diapain?

Sebelumnya mau menggaris bawahi bahwa apa yang aku share disini bukan bentuk dari KESOMBONGAN kah, atau MERASA LEBIH BENAR dari yang lain kah. Atau apapun lah. Disini aku bener-bener mau sharing tentang ilmu-ilmu kehidupan yang aku dapet dari sumber manapun utamanya tentang finansial.

Awal 2018 kemarin, denny seperti biasa nanya, apa planning kita taun ini. 2016 udah plan KPR, 2017 plan tambahan kredit konsumtif tambahan (ganti mobil), 2018 (selain sekolahin anak) apa?

Akhirnya kita berdua sepakati untuk menata portofolio finansial kita. Tadinya denny sempet mikir mau konsul ke financial adviser. Tapi aku mikir...lah denny kan accountant, dan aku?? Aku banker dan aku analis kredit, kenapa gak kita coba dulu pakai ilmu kita untuk nyusun portofolio finansial kita.

Tahun 2017 kemaren waktu baru-barunya aku ganti mobil, aku jalan dengan salah satu temenku yang kerja di asuransi dan kebetulan single parent. Kemudian dalam perjalanan kami,terjadilah percakapan seperti ini.

Temenku : mantepp mobil baru

Aku : iya mobil baru utang baru

Temenku : utangnya atas nama denny?

Aku : ya kalo bisa utang KPR sama utang besar kayak mobil gini sih atas nama denny..supaya kalo ada apa-apa sama denny, utangnya gak jadi bebanku.

Temenku : bagus, tapi kamu mikir gak...klo misal denny kenapa-kenapa, emang sih utangnya lunas,gak jadi bebanmu. Tapi...kamu kira-kira mampu gak memenuhi biaya hidupmu sama sekolahnya bita as a single fighter?

Aku : hmmmmmmmmm

Temenku : aku bicara sebagai teman, bukan sebagai pegawai asuransi. Karena aku adalah sumber finansial 1-1nya bagi anak-anakku. Aku beli asuransi jiwa, supaya kalo aku meninggal, anak-anakku gak terancam putus sekolah. Dan seharusnya itu berlaku bagi semua pelaku sumber utama finansial keluarga (biasanya suami)

Beberapa bulan berlalu, aku belum juga mikir serius tentang pendapat temenku tadi. Hanya saja aku memamg sempat membuka polis asuransi berbasis unitlink untuk bekal anakku sekolah nanti. Dan itupun atas namaku

Yang aku pikirkan, 
Kalau denny meninggal duluan,maka kredit KPR dan Konsumtif (pembelian mobil) pasti lunas, aku tidak terbebani hutang sehingga aku bisa survive untuk bita

Kalau aku yang meninggal duluan, denny masih terbebani hutang besar tadi. Tapi setidaknya aku punya asuransi berbasis unitlink tadi yang kalau aku meninggal bisa memberikan manfaat benefit asuransi untuk membantu biaya sekolah bita.

Tadinya kupikir pemikiran itu cukup....

Sampai suatu ketika, aku follow IG dari financial adviser independen yaitu JOUSKA ID. Di IG tersebut sering mereka share tentang kehidupan klien mereka yang mempunyai berbagai masalah dan motif finansial yang bisa dijadikan pelajaran bagi pembacanya.

Well, oke aku sadar...
Aku butuh lebih dari sekedar “denny tidak meninggalkan utang besar” tapi juga “denny mewariskan biaya hidup dan biaya sekolah untuk bita”....yang hanya bisa kita peroleh dari asuransi jiwa. Pesan dari temenku sejak tahun lalu.

Tidak hanya itu,
Aku harus mempersiapkan portofilio finansialku...supaya kalau Tuhan memberikan rejeki umur panjang buatku dan suamiku denny, kami bisa bahu membahu memfasilitasi bita untuk mengejar cita-citanya dan tumbuh menjadi manusia berdaya.
Bagaimana caranya? Yaaaaa punya portofolio finansial yang bagus.

Sejauh ini kalau ngomongin aset gimana??
Rumah sama mobil gak usahlah disebut aset...kan masing nyicil.

Asetku dan denny mungkin terbilang receh, 

Logan mulia (hasil mas kawin)

Tabungan auto debet yang dikususkan untuk bita dan sengaja kami taruh di Bank yang kita tidak memiliki sama sekali akses atm dan mobile bankingnya (yaa lumayan udah 2 digit saldonya)

Saham (saham ini, jatah denny dari kantornya, lumayan sih...punya hampir 300 lembar dengan harga perolehan saat trading awal dilakukan)

Dan kicik-kicik deposito yang paling 2bulan dicairin, habis itu dibentuk lagi, butuh uang cairin lagi hahahaha

Masih super jauhhh dari portofolio finansial orang-orang sukses. Hahaha.
Eittss aku juga masih punya outstanding kredit konsumtif kok...dulu waktu awal-awal mau KPR, buat nambal biaya-biaya bank dan beberapa tambahan konstruksi. 
Yah walau limit pinjamannya kecil, tapi lumayan juga ngaruh sama cashflow.

Jreng jrenggg padahal habis ini bita playgroup, udah pasti biayanya berkali-kali lipat daripada spp-nya (yang cuma 20ribu/bulan) dan transport jalan kakinya waktu di paud.

1-1nya jalan membentuk portofolio finansial???yah maybe harusnya cashflow harus bagus dulu (walau secara teori), bismilah semoga kredit atas namaku bisa diselesaikan tahun ini.

Dan sungguh, semua perencanaan finansial yang kami bangun. Tidak ada sama sekali nafsu untuk menjadi serakah sebagai manusia. Tapi lebih kepada, kami sebagai orangtua dari seorang putri, yang kelangsungan hidupnya adalah tanggungjawab kami.

Itulah sebabnya aku beberapa hari ini ngebet belajar macem-macem. 
Ya saham, ya asuransi jiwa.....
Supaya ada gambaran, supaya bisa memutuskan...dana yang mana harus digeser kemana, dana yang mana harus diapain, dan lain-lain.

Mengutip kata mas-mas tadi yang ngajarin soal asuransi dan wealth management. “Jaman sekarang, gak mungkin kalo kasih warisan itu rumah kayak jaman dulu...orang bisa beli rumah aja udah sukur” 

Well...jaman emang udah berubah, kita yang emang harus mengikuti. Demi siapa kalo bukan demi anak kita.



Kamis, 01 Februari 2018

That feeling after watching dillan1990 the movie

That feeling after watching dillan1990 the movie

Well, aku emang gak baca sih novelnya dillan. Jadi gak berani bilang aku ini fansnya dillan. Buset, bisa dibully sama fans-fans sejatinya nantik.

Tapi dillan membuatku punya experience lain setelah nonton. Hahahaha

Ehhh...bukan bukan, bukan karena aku merasa aku milea lo yang disukain banyak laki-laki begitu. Tapi kalo merasa pernah punya pengalaman cinta remaja sama laki-laki macem dillan, yes i was.

Keluar dari bioskop yang kebetulan aku nonton dengan teman-temanku, membuatku bebas berekspresi dan ngoceh macem-macem. 

Yah mungkin kalau dibilang masih rindu, masih termehek-mehek sama cinta masa lalu sih gak ya. Tapi kalo cinta remaja itu berkesan, ya emang iya.

Sedikit flashback tentang naifnya cinta jaman remaja.

Milea yang pertama punya pacar borju ternyata gak kasih kenyamanan sama sekali dalam hubungan mereka. Ini penting, punya pacar yang kasar membuat kita trauma, ketakutan, terintimidasi dll. Memang sudah seharusnya cowok macem begitu ditinggalin. Pengalaman demikian pernah aku alami? Ya pernah. Grafik senang dan sedih menangis karena diperlakukan kasar berubah sangat dinamis. Pada akhirnya dimasa depan, pacar masa lalu dengan perlakuan seperti ini tidak membawa kita kemana-mana. Karena bahkan dikenangpun tidak bisa.

Kembali ke dillan, ya...walaupun aku bukan perempuan seperti milea (yang punya banyak fans), Tapi aku punya dillan.

Anak laki-laki bandel yang diam-diam menyukai sejak lama, mencintai dengan seluruh ke-naif-an remaja,anak laki-laki sok jagoan yang ketika perempuannya diganggu orang maka diam-diam akan menghajar penganggu itu. Anak Laki-laki yang garang ketika tawuran tapi justru tidak pernah kasar sekalipun pada perempuannya. Dan kemiripan-kemiripan lainnya.

Walau pada akhirnya waktu membuktikan bahwa aku ini perempuan brengsek yang menyakiti hati laki-laki tersebut, hanya karena tergoda laki-laki lain yang lebih borju. HAHAHAHA POOR ME. Semoga dikemudian hari bita tidak mengikuti jejak kebodohanku yang ini.

Sebelum akhirnya aku bertemu dengan denny suamiku sekarang, yang adalah penyempurnaan dari seluruh perjalanan yang panjang itu.

Yah, beberapa scene dikehidupan masa lalu kadang sekelebat lewat dalam pikiranku. Pikiran memang kadang tidak bisa dikendalikan. Dan membuktikan bahwa masa laluku punya sisi manis, sebagai seorang remaja pada umumnya.

Suamiku denny istmas ardiansyah memang tidak ada sama sekali dalam part itu, tapi suamiku adalah ujung perjalanan sebagai jawaban dari pencarian laki-laki yang paling cocok denganku, dengan keluargaku dan masa depanku. Suamiku adalah kenyataan, sementara kenangan hanya bagian dari jalan kehidupan.

Film dillan yang sukses bahkan sudah ditonton oleh 1juta orang pada penayangan hari ke-4 membuktikan bahwa kenangan masa lalu oleh laki-laki seperti dillan memang manis bagi hampir semua orang, dan itu WAJAR. 

Yaaa hanya manis sebagai kenangan. Bukan bagian dari kebahagiaan menjalani kehidupan, seperti bersama pasangan kita sekarang yang dibangun dengan cinta dewasa



Jumat, 05 Januari 2018

The Greatest Leader

“Udahhh denny suruh ganti iphoneX aja, jangan iphone8. Nanggung”
“Jangan ah bukkk, gaya hidupku belum sampek situ”
“Iyaaa gaya hidupmu, gaya hidupnya denny ya lain”
“Hahahaha” saya tertawa mendengar hinaan tentang kesenjangan saya dan suami saya dari wanita yang sudah setahun menjadi manager saya yaitu bu nuri

Iyaaa, bu nuri memahami cerita rumahtangga saya sampai sedetail itu

Selang beberapa minggu setelah percakapan itu, bu nuri ternyata membeli iphone X yang menjadi bagian dari resolusi 2018nya. Iyaaa resolusi 2018 yang tercapai di tanggal 01 Januari 2018. 

Dengan excited bu nuri menceritakan story behind dari pembelian iphone barunya ini. Sayapun excited mendengarkan. Bahkan diceritakannya dengan detail sampe percakapannya dengan sang suami yang membelikannya handphone tersebut.

Saya memanggilnya “ibuk” karena jabatannya yang merupakan supervisor saya. Tapi untuk usia sebenarnya usia kami hanya terpaut tidak sampai 6tahun.

Saya kurang faham apakah cerita yang selama ini dibagi oleh bu nuri kepada saya masuk kategori “cerita banyak tentang kehidupan pribadinya” atau kategori biasa menurutnya.

Tapi kalau saya??? Ketika menjadi jajaran dibawahnya, tau pola pikirnya, tau intelektualitasnya, seumur saya hidup baru kali ini saya menemukan partner cerita yang menurut saya “sepadan dengan saya” hahahaha.

Dengan teman saya dicircle manapun, saya lebih banyak menjadi pendengar. Karena yahh saya tidak cepat puas dengan jawaban kebanyakan orang atas cerita saya, makanya saya tidak banyak bercerita tentang diri saya.

Mungkin karena saya dan bu nuri punya banyak kesamaan. Kami sama-sama keras, sama-sama ngeyelan dan beberapa sifat “sok perfect” lainnya. 

Saya dan bu nuri juga datang dari keluarga yang membuat masa kecil kami tidak pernah kekurangan, dari keluarga yang membuat kami mudah mendapatkan apa yang kami mau dengan fasilitas yang nyaman

Tapi ketika menikah, saya dan bu nuri juga sama memulai dari NOL. Yah walau bu nuri lebih beruntung tidak punya cicilan KPR seperti saya hahaha

“Ciyee tasnya aigner” kata saya 
“Kalo aku punya barang mahal begini, pasti warisan dari mamaku taukkk” jawab bu nuri

Dilain waktu

“Wuiiihhh bawa tas gucci” kata bu nuri kepada saya
“Udahhh, mana sanggup aku beli tas gucci. Ini jelas hibahan dari mamaku” kata saya 

Iyaaa, begitulah setidaknya kesamaan saya dan bu nuri.

Dan kami sama-sama tidak merasa risih dengan membeli celana seharga 100ribu dapat 3

Saya sangat mengagumi bu nuri.
Manager yang benar-benar memegang perannya dengan serius sebagai leader tapi tidak punya jarak dengan anak buahnya. HAL YANG SANGAT JARANG TERJADI. Bahkan saya terus-terusan menceritakan metode kepemimpinan bu nuri kepada suami saya yang juga memiliki team dikantornya.

Sebagai leader, bu nuri sangat FAIR.
Remember, if you are not a fair boss no body want to be your employee
If you are not a fair person no body want to be your partner

FAIR IS THE KEY. And she did it.
Saya tidak bisa menceritakan 1 per 1 bagaimana pola kepemimpinanya.

Tapi prestasi kami kemaren di akhir taun yang sangat gemilang sudah menunjukan kepemimpinannya. Bukan hanya dalam angka yang bicara tapi juga bagaimana kebahagiaan kami menjadi bagian dari team yang dipimpinnya.

Tahun ini mungkin bu nuri akan promosi dengan prestasinya tersebut. Kami teamnya akan sangat kehilangan.

Walaupun banyakkk sekali orang yang tidak menyukainya, yahh mereka hanya belum mengenal lebih dalam.

Bahkan sayapun sebelumnya menganggap bu nuri adalah orang perfeksionis yang sombong tapi terpatahkan ketika sudah ada dalam satu timmya

Well, bu nuri you will have a bright future

Dan jangan lupa doa kita nanti dimasa depan, kalau sudah jadi “istri pejabat” dan kita sampai pada gaya hidup dimana kita bisa membeli barang-barang yang selama ini hanya kita miliki karena warisan mama kita,

semoga kita masih sempat saling memamerkan apa yang bisa kita beli seperti yang kita lakukan sekarang ini.

You are the greatest leader i ever had....mmmm no no you are the greatest leader i ever knew 




Kamis, 21 Desember 2017

Desember 2017

Hari ini adalah hari ke-3 saya dirumah sendirian karena bita sedang liburan ke solo dan suami saya masih di jakarta.

Hari-hari sebelumnya saya habiskan waktu pulang kantor untuk merawat diri. Hari pertama saya scaling gigi dan hari kedua saya ke salon untuk hair spa.

Hari ketiga ini saya memutuskan pulang kerumah saja, packing untuk besok ke solo dan beberes beberapa cucian piring yang saya pakai beberapa hari ini

Setelah semua selesai, kemudian saya memutuskan untuk menulis blog ini karena kebetulan saya sedang senggang-senggangnya.

Desember,
Desember selalu menjadi bulan yang istimewa untuk saya menulis bulan dibulan ini. Bukan hanya karena bulan desember waktunya me-review resolusi 2017 dan meng-create resolusi 2018 saja. Tapi juga karena ini bulan ulangtahun suami saya, Denny.

2017,
2017 adalah tahun yang sangaattt istimewa untuk saya. Rejeki dan cobaan datang bersamaan berjabat tangan dengan ramah kepada keluarga kecil kami.

Rejeki mungkin akan selalu sepaket dengan cobaannya. 

Pada tahun 2017 ini,
Rumah mungil kami akhirnya berdiri dan rampung dibangun, kendaraan yang lebih layak akhirnya mampu kami miliki serta jenjang karier denny yang mulai menapaki anak tangganya.

Sedangkan dalam karier saya, Tuhan kebetulan memberi rejeki saya seorang manager yang bisa membagi banyak ilmu untuk saya sehingga saya bisa lebih mengaktualisasi diri saya (mengeluarkan kemampuan yang selama ini bahkan saya tidak tau kalau saya mampu melakukanya) dilingkungan kerja. enough for that, i dont need to step my carierpad more than this haha. 

Secara finansial kamu hampir bisa membeli apapun yang kami mau. Hingga level dimana kami bisa memilih mau beli yang seperti apa. Melebihi daya imajinasi kami sewaktu kami masih kuliah bahkan. 

Resolusi kami secara fisik dan jasmani hampir tercapai sempurna di 2017. Dan kami sangat mensyukuri itu.

Tapi kami, terlebih saya harus menyadari bahwa hidup tidak mungkin terlewat tanpa cobaan. 

Tantangan kerja denny adalah “pekerjaan rumah” dalam rumahtangga kami. Sebegitu hebatnya suami saya ini mengeluhkan bahkan hampir setiap hari menyatakan ketidaknyamanannya dengan tekanan yang menurutnya begitu hebatnya didalam pekerjaan.

Saya bisa apa??

Denny selalu bilang kalau saya sebagai istri tidak bisa “melegakan suami” , pendapat saya selalu terlalu objektiv, terlalu logis, menurut denny pendapat saya tidak mewakilkan perasaannya karena terlalu melihat dari sisi positiv HAHAHAHA yang berujung akhirnya rameeee

Beruntungnya denny akan melarikan diri ke mama saya untuk menenangkan hati, bukan ke oranglain.
walau dalam hati kecilnya saya yakin denny setuju dengan pendapat-pendapat saya yang objektif dan tidak subjektif (mentang-mentang denny suami saya sehingga apa yang salah tetap saya benarkan)

Tugas pasangan adalah saling melengkapi, mengingatkan. 
pendewasaan diri ini adalah proses yang terus menerus, proses belajar yang tidak ada habisnya.

Terkadang manusia dibutakan saat merasa menjadi victim dari suatu keadaan yang sulit, padahal sebenarnya tugas manusia adalah survive dalam pikiran yang positiv agar hidup lebih mudah dijalanj. Bukan being victim.

Denny suamiku sayang,
Kesuksesan hanya akan bertahan ketika pikiran dan hati ikut besar tumbuh bersama kesuksesan itu sendiri. Ketika jabatan semakin tinggi maka tanggungjawab semakin besar.

Tanggungjawab tidak hanya untuk anak dan istrimu saja, tapi juga anak dan istri dari tim-mu. 

Teruslah bertumbuh menjadi manusia lebih baik, bukan menjadi semakin sempit. Yakinlah bahwa rejeki akan terus datang karena kebaikan. Apa yang kita tanam adalah yang kita panen.

Selamat menyongsong 29tahun suamiku. Tantangan akan semakin didepan, tapi kemudahan akan datang bersamaan dengan hati da. Pikiran yang besar. 

I will always be your personal “reminder”


Selasa, 10 Oktober 2017

Akhirnya memilih crossover punya suzuki

Akhirnya menjatuhkan pilihan pada crossover

Bentar, sebelum membaca blog saya kali ini, hati dibersihkan dulu karena kalo hati tidak bersih pasti akan menganggap saya PAMER. Padahal saya hanya akan berbagi jurnal hidup saya, supaya ada jejak digital saya yang dikemudian hari bisa dibaca bita dan untuk catatan hidupnya.

Jadi sudah mau sebulan ini saya menggunakan kendaraan baru, setelah hampir 5tahun saya menggunakan hatchback milik toyota yaitu yaris tipe manual.

Sebelum menggunakan yaris, saya menggunakan citycar suzuki karimun.

Pada saat menggunakan citycar saya anggap itu sesuai kebutuhan saya, karena saya single dan tidak ada kepentingan untuk bepergian jauh keluar kota menggunakan mobil, sehingga citycar yang biasaya hanya 1000-1200cc cukup untuk saya

Menginjak 2013, dimana saat itu saya akan berencana menikah tahun 2014. Saya dan calon suami saya saat itu sepakat untuk mulai memikirkan kendaraan berdua yang kapasitasnya cukup untuk kami dan  sudah pada mesin 1500cc karena kami yakin pasti akan melakukan banyak perjalanan keluar kota, sehingga tipe hatchback cukup untuk kami menyambut pernikahan.

Sejak 2015 kami sudah memiliki anak dengan keperluan yang lebih banyak apalagi usia mobil kami yang sudah melebihi usia produktifnya sehingga kami sudah tidak nyaman menggunakannya untuk perjalanan mudik kami lintas provinsi. Tapi dana kami belum siap untuk mengganti kendaraan HAHAHAHA sehingga perlu bersabar.

Hingga muncullah mobil crossover milik honda yaitu HONDA HRV, ya ampun....saya benar-benar sampai mimpi ingin memilikinya, setiap melihat HRV saya selalu bergumam “kapaaan bisa beli HRV”
Tapi harga HRV terlalu tinggi bagi kami, 300juta lebih. Kami tidak akan bisa memilikinya, dan HRV bukan kapasitas dari segi finansial kami.

Hingga waktu berjalan terus pada awal 2017, saya melihat crossover dijalanan yang begitu menarik perhatian saya. Saya benar-benar sengaja mengikuti hanya untuk tau, crossover itu milik pabrikan mana.
Dan ternyata crossover itu adalah milik Suzuki generasi dari X-Over yaitu Suzuki S-Cross.

Saya yakin crossover ini pasti harganya jauh dibawah HRV dengan fasilitas yang bisa mengikuti HRV karena Suzuki harganya lebih terjangkau dibanding Honda.

Denny mengajak saya melihat di showroom supaya tidak penasaran, denny mencoba test drive dan menyampaikan pada saya “udah berdoa aja semoga bisa kebeli, harganya masih masuk akal”

Bulan terus berlalu hingga akhirnya ada kesempatan untuk kami membelinya. Allhamdulillah rejeki bita.

Mengapa saya memililih crossover?
Crossover adalah type mobil SUV yang dimodivikasi dengan Hatchback atau SUV dengan MPV?
Intinya crossover adalah mini SUV sehingga bisa nyaman digunakan dimedan jalan yang tidak rata.

Crossover memiliki bagasi yang sama luasnya dengan MPV sehingga kebutuhan volume bagasi keluarga kecil kami bisa terpenuhi

Crossover memiliki fitur-fitur yang menarik untuk bisa dinikmati dalam perjalanan keluar kota, dan tentunya dengan mesin 1500cc yang bagi kami cukup.

Berikut saya kasih review fitur yang saya ambil dari www.carusermagz.com

Fitur

Fitur merupakan salah satu andalan nilai jual Suzuki S-Cross, sehingga mini SUV ini mempunyai value for money yang cukup tinggi karena dijejali berbagai fitur canggih. Beberapa fitur canggih yang ada pada S-Cross antara lain:

Auto Rain Sensor yang otomatis mengaktifkan wiper jika ada hujan atau jika kaca depan disiram air saat mesin dalam kondisi hidup.

Auto Levelling head light, Fitur ini secara otomatis mengaktifkan lampu jauh dan lampu dekat sesuai kebutuhan. Saat berkendara di malam hari, jika ada kendaraan lain di depan, sensor secara otomatis mengaktifkan lampu dekat dan sebaliknya jika kondisi di depan sepi, lampu jauh yang aktif. Fitur ini biasanya ada pada mobil-mobil premium eropa.

Paddle Shift atau tuas pemindah transmisi di belakang setir yang bisa dioperasikan dengan jari. Fitur ini hanya ada pada varian bertransmisi otomatis. Sehingga terasa seperti mobil-mobil sport eropa yang mewah.

Engine Start/Stop Push Button dan Keyless entry menambah kemewahan crossover Suzuki ini. Fitur ini juga tentunya terintegrasi dengan fitur immobilizer.

Steering Audio and Cruise control yang tersedia di semua varian, Sehingga pengemudi tidak perlu report melepaskan tangan dari lingkar kemudi saat ingin mengubah channel radio, lagu dan mengubah tampilan data di MID.
Telescopic dan Tilt Steering yang memudahkan mengatur posisi setir sesuai kebutuhan pengemudi. Sehingga mobil ini tetap enak dikemudikan oleh orang berpostur tubuh tinggi maupun pendek.

Suzuki-S-Cross-2016-Interior-Dashboard.jpg
Head Unit layar sentuh 7 inchi, dengan fitur konektifitas smartphone dan Bluetooth. Terdapat juga fitur CD Player, koneksi dual USB port, AUX dan smartphone mirroring.

AC digital otomatis yang mengatur temperatur kabin secara otomatis sesuai kebutuhan penumpang. Bagusnya AC digital tersebut dilengkapi tombol-tombol yang mudah dioperasikan dengan merabanya, bukan layar sentuh yang benar-benar harus dilihat seperti yang ada pada Honda CRV.

Dan rencananya saya ingin bertahan dengan mobil ini hingga 8-10tahun kedepan. Artinya sampai usia bita 10-12tahun menurut saya mobil ini masih akan masuk akal saya gunakan sesuai kebutuhan kami.

And then, bismillah semoga rejeki lancar sehingga cicilannya juga lancar HAHAHAHAHAA. Can i get AAMIIN?